Jumat, 05 Desember 2014

Puisi : 404 not found

Sebagai siswa 'korban' kurikulum 2014 eh 2013, membuat puisi spontan emang gampang-gampang susah. Kemarin, ada tugas buat puisi tentang 'Reptil' dan 'Pasar Ikan', dan rata-rata puisi buatan kawan seperjuangan dari awal hingga akhir hayat, gokil-gokil. Masa sih 'Reptil bentuknya abstrak'? Masa sih cuman kata 'amis' yang tergambar begitu dengar kata 'Pasar Ikan'? Kan kasihan, ntar 'Pasar Ikan'-nya nangis loh dikatain 'amis'. Emang kalian mau dikatain 'amis' biarpun kalian 'amis'? Nggak kan'? Masa sih cuma anaknahkoda eh anakonda yang terlintas dipikiran kalian begitu dengar kata 'Reptil'? Nggak juga kan'. By the way, dari awal kata higga kesekian kata pasti kalian penasaran dengan puisi saya, yah,mungkin kalian akan sama pendapatnya dengan saya... 'Puisi yang aneh' -_-

Pasar Ikan

Jauh aku memandang
Pasar ikan terkembang
Dipenuhi para pedagang
Dari Merauke sampai Sabang

Para pedagang banjiri pelelangan
Tak ketinggalan pula para nelayan
Ikut kejatuhan durian
Eh, bukan durian, tapi keuntungan

Disudut-sudut pasar
Kutemui wisatawan nyasar
Mereka berteduh di warung dekat pasar
Sambil makan bersama keluarga besar

Sungguh nikmat menyantap ikan
Sambil curi curi pandang
Ke wisatawan tampan
Asal negri Sumedang

Wakwak, baris terakhir itu emang bener-bener spontan. Tau ngga pas buat ni puisi pas laper, mikir makanan lagih, dan akhirnya kata Sumedang, negri asal tahu Sumedang terlintas dipikiran saya. Oke deh, sekian dari saya. Muah muah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar